Kurangi Risiko Banjir, Pemkot Bandung Normalisasi Sungai Cijangjawa
Pemerintah Kota Bandung kembali mengambil langkah strategis dalam upaya pengendalian banjir di wilayah timur kota. Kali ini, fokus diarahkan pada rencana normalisasi Sungai Cijangjawa yang kerap meluap dan menyebabkan genangan di sejumlah kawasan permukiman. Normalisasi tersebut akan dilakukan melalui pelebaran jalur sungai serta pengerukan dasar aliran agar kapasitas tampung air meningkat.
Rencana ini disampaikan langsung oleh Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung, saat melakukan monitoring Program Prakarsa Bandung Utama di Kelurahan Pakemitan, Kecamatan Cinambo. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi respons atas keluhan warga yang selama bertahun-tahun harus menghadapi risiko banjir setiap musim hujan.
Sungai Cijangjawa Jadi Titik Rawan Banjir
Dalam keterangannya, Farhan menjelaskan bahwa Sungai Cijangjawa memiliki peran penting sebagai saluran air utama di kawasan tersebut. Namun, kondisi sungai yang menyempit dan mengalami pendangkalan membuat aliran air tidak lagi optimal.
“Sungai akan diperlebar jalurnya dan dikeruk agar aliran air bisa mengalir dengan lancar dan tidak tersendat. Dengan begitu, dampak banjir bisa dikurangi,” ujar Farhan.
Menurutnya, ketika curah hujan tinggi, kapasitas sungai yang terbatas menyebabkan air mudah meluap ke permukiman warga. Karena itu, normalisasi menjadi langkah krusial untuk mengembalikan fungsi sungai sebagaimana mestinya.
Wilayah Terdampak Aliran Sungai
Sungai Cijangjawa diketahui mengalir melewati beberapa wilayah padat penduduk. Wilayah yang terdampak langsung meliputi RW 03, RW 04, dan RW 05 Kelurahan Cisaranten Wetan, serta RW 05 Kelurahan Pakemitan. Selain itu, sungai ini juga menjadi batas administratif antara Kelurahan Pakemitan, Babakan Penghulu, dan Cisaranten Wetan.
Kondisi tersebut membuat persoalan banjir di Sungai Cijangjawa tidak bisa ditangani secara parsial. Penanganan harus memperhitungkan keseluruhan sistem aliran agar solusi yang diambil tidak memindahkan masalah ke wilayah lain.
Masalah Lama yang Belum Tuntas
Lurah Pakemitan, Ria Hentidara, mengungkapkan bahwa persoalan banjir di Sungai Cijangjawa sudah terjadi sejak lama. Bahkan, masalah ini sudah ada sejak wilayah tersebut masih tergabung dalam kawasan Cinambo lama.
Menurut Ria, salah satu kendala utama terletak pada pertemuan aliran sungai di bagian hulu. Di titik pertigaan aliran tersebut, air justru berbalik arah dan masuk ke permukiman warga saat debit meningkat.
“Salah satu kendalanya ada di pertigaan aliran sungai di atas Sungai Cijangjawa, sehingga aliran air justru berbalik ke arah permukiman warga,” jelasnya.
Kondisi inilah yang membuat banjir sulit ditangani meskipun berbagai upaya sementara telah dilakukan.
Koordinasi Lintas Dinas
Untuk memastikan rencana normalisasi berjalan efektif, Pemkot Bandung telah mengoordinasikan langkah ini dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung. Koordinasi ini mencakup aspek teknis pengerukan, pelebaran sungai, hingga penguatan struktur saluran air.
Selain itu, Farhan juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas industri di sekitar aliran sungai. Ia menegaskan agar tidak ada pabrik atau kegiatan usaha yang membuang limbah ke Sungai Cijangjawa.
Menurut Farhan, pencemaran sungai tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga memperparah pendangkalan dan memperbesar risiko banjir.
Normalisasi sebagai Solusi Jangka Panjang
Pemkot Bandung menegaskan bahwa normalisasi Sungai Cijangjawa bukan sekadar solusi sementara. Langkah ini dirancang sebagai bagian dari penanganan jangka panjang untuk mengurangi potensi banjir di kawasan timur kota.
Pelebaran dan pengerukan sungai diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aliran air, memperlancar arus saat hujan deras, serta mengurangi tekanan pada kawasan permukiman di sekitarnya. Dengan sungai yang kembali berfungsi optimal, risiko genangan dapat ditekan secara signifikan.
Harapan Warga Cinambo dan Sekitarnya
Bagi warga Kelurahan Pakemitan dan sekitarnya, rencana normalisasi ini membawa harapan besar. Selama bertahun-tahun, banjir menjadi ancaman rutin yang mengganggu aktivitas, merusak rumah, dan menimbulkan kerugian materiil.
Dengan keterlibatan langsung wali kota dan koordinasi lintas dinas, warga berharap penanganan kali ini benar-benar menyentuh akar persoalan. Normalisasi Sungai Cijangjawa diharapkan tidak hanya mengurangi banjir, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan hidup masyarakat.
Menuju Bandung Timur yang Lebih Aman
Rencana normalisasi Sungai Cijangjawa menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam menanggulangi banjir secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan pendekatan teknis yang terukur, pengawasan lingkungan yang ketat, serta dukungan masyarakat, Pemkot Bandung optimistis risiko banjir di Cinambo dan sekitarnya dapat ditekan.
Jika rencana ini berjalan sesuai target, Sungai Cijangjawa tidak lagi menjadi sumber masalah, melainkan bagian dari solusi menuju kawasan Bandung Timur yang lebih aman, tertata, dan nyaman bagi warganya.
Baca juga : Bukan Lagi Langganan Banjir, Rencana Besar Air Sukamiskin
Cek Juga Artikel Dari Platform : zonamusiktop

