Dedi Mulyadi Dukung Pembongkaran Teras Cihampelas
Sorotan Terhadap Teras Cihampelas
Keberadaan Teras Cihampelas kembali menjadi perhatian publik setelah mendapat kritik terbuka dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Infrastruktur yang sebelumnya dibangun sebagai ikon baru kawasan wisata itu kini dinilai tidak lagi selaras dengan kebutuhan tata kota Bandung. Kritik tersebut muncul seiring evaluasi menyeluruh terhadap dampak visual, fungsi ekonomi, serta keberlanjutan bangunan di kawasan Cihampelas.
Menurut Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas justru menimbulkan persoalan baru yang tidak sebanding dengan tujuan awal pembangunannya. Alih-alih mempercantik kawasan, struktur ini dianggap menutup pandangan, mengganggu estetika, dan mengurangi daya tarik bangunan di sekitarnya. Penilaian tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap wajah kota yang seharusnya tertata rapi dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Kawasan Ekonomi yang Sudah Mapan
Cihampelas dikenal sebagai salah satu kawasan ekonomi yang telah berkembang sejak lama. Di sepanjang jalan ini berdiri hotel, pusat perbelanjaan, restoran, dan berbagai outlet yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi lokal. Sebelum adanya Teras Cihampelas, kawasan ini memiliki karakter terbuka dengan fasad bangunan yang mudah terlihat dari jalan utama.
Namun setelah struktur tersebut berdiri, banyak pelaku usaha mengeluhkan tertutupnya tampilan bangunan mereka. Hotel, pusat perbelanjaan, hingga toko-toko yang sebelumnya menonjol kini terhalang oleh tiang dan rangka besi. Kondisi ini dinilai mengurangi visibilitas usaha dan berdampak pada daya tarik kawasan secara keseluruhan.
Masalah Estetika dan Pandangan Visual
Dedi Mulyadi menyoroti persoalan estetika sebagai masalah utama Teras Cihampelas. Ia menilai bahwa meskipun telah dilakukan pengecatan dan penambahan elemen warna pada tiang penyangga, struktur besi tetap menjadi penghalang pandangan. Upaya memperindah secara kosmetik dinilai tidak mampu mengatasi kesan sempit dan tertutup yang ditimbulkan.
Menurutnya, estetika kota tidak hanya soal warna atau ornamen, tetapi juga tentang keterbukaan ruang dan harmoni dengan lingkungan sekitar. Dalam konteks ini, Teras Cihampelas dianggap tidak menyatu dengan karakter kawasan dan justru menciptakan ketidakseimbangan visual.
Evaluasi Keberlanjutan dan Perawatan
Selain aspek visual, Dedi Mulyadi juga menilai bahwa Teras Cihampelas tidak berkelanjutan dari sisi perawatan. Struktur tersebut membutuhkan biaya pemeliharaan yang tidak kecil, sementara hasilnya dinilai tidak bertahan lama. Pengecatan ulang dan penataan ulang hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan persoalan mendasar.
Ia berpandangan bahwa mempertahankan bangunan dengan masalah struktural dan estetika hanya akan menambah beban anggaran di masa depan. Oleh karena itu, pembongkaran dinilai sebagai langkah yang lebih realistis dibandingkan perbaikan berulang yang tidak efektif.
Perubahan Sikap Pemerintah Kota Bandung
Rencana pembongkaran Teras Cihampelas semakin menguat setelah Wali Kota Bandung menyatakan persetujuannya. Sikap ini menandai perubahan dari posisi sebelumnya yang sempat mempertahankan keberadaan bangunan tersebut. Evaluasi mendalam dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk dampak ekonomi, estetika, dan tata kota.
Salah satu faktor penting yang menjadi perhatian adalah aspek legalitas. Teras Cihampelas diketahui tidak memiliki persetujuan bangunan gedung serta sertifikat laik fungsi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kelayakan dan keamanan bangunan sebagai fasilitas publik.
Peluang Penataan Ulang Kawasan
Pembongkaran Teras Cihampelas dinilai sebagai peluang untuk menata ulang kawasan secara lebih baik. Banyak pihak berharap Cihampelas dapat dikembalikan sebagai ruang kota yang terbuka, ramah pejalan kaki, dan menonjolkan bangunan di sekitarnya. Penataan ulang yang matang diharapkan mampu menghidupkan kembali daya tarik kawasan ini sebagai destinasi wisata dan pusat ekonomi.
Konsep penataan pascapembongkaran menjadi hal penting yang dinantikan publik. Pemerintah daerah diharapkan menyusun rencana yang jelas dan transparan agar perubahan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.
Pandangan Publik dan Arah Ke Depan
Reaksi masyarakat terhadap rencana pembongkaran Teras Cihampelas beragam. Sebagian besar mendukung langkah tersebut dengan harapan wajah kota menjadi lebih rapi dan nyaman. Namun ada pula yang menekankan pentingnya perencanaan lanjutan agar kawasan tidak kehilangan fungsi ruang publik.
Dukungan Dedi Mulyadi terhadap pembongkaran ini mencerminkan pendekatan pembangunan yang lebih kritis dan evaluatif. Keberanian untuk mengoreksi proyek lama dinilai sebagai langkah penting demi menciptakan tata kota yang lebih berkelanjutan. Bandung diharapkan dapat menjadikan momentum ini sebagai pelajaran untuk menghadirkan pembangunan yang lebih selaras dengan kebutuhan masyarakat dan karakter kota.
Baca Juga : Atlet Kota Bandung Jadi Pilar Penting Kontingen Indonesia di Panggung SEA Games
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : updatecepat

