Farhan Pastikan Kajian Nama Taman Bandung Segera Rampung
radarbandung.web.id Pemerintah Kota Bandung terus melakukan pembenahan di berbagai sektor, termasuk pada ruang terbuka hijau yang menjadi bagian penting wajah kota. Salah satu langkah yang tengah dilakukan adalah kajian ulang terhadap penamaan sejumlah taman kota.
Upaya ini dilakukan melalui kajian toponimi, yaitu proses penelusuran makna dan sejarah nama tempat. Kajian tersebut bertujuan memastikan bahwa setiap taman memiliki nama yang sesuai dengan nilai sejarah, budaya, dan identitas Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa proses kajian masih berjalan dan ditargetkan dapat segera diselesaikan.
Penataan nama taman sebagai bagian identitas kota
Penamaan ruang publik bukan sekadar persoalan administratif. Nama taman memiliki nilai simbolik yang mencerminkan karakter kota dan memori kolektif warganya.
Dalam konteks Bandung, banyak taman memiliki latar sejarah panjang. Sebagian nama berasal dari tokoh, peristiwa, atau istilah lokal yang sarat makna.
Melalui kajian toponimi, pemerintah ingin memastikan bahwa penamaan tersebut tidak lepas dari konteks sejarah yang benar.
Langkah ini juga bertujuan mencegah kesalahan informasi yang bisa diwariskan ke generasi berikutnya.
Kajian melibatkan budayawan dan akademisi
Pemkot Bandung tidak melakukan kajian ini secara sepihak. Prosesnya melibatkan budayawan, sejarawan, dan akademisi.
Para ahli tersebut diminta menelaah dokumen awal yang telah disiapkan pemerintah kota. Telaah dilakukan secara mendalam untuk memastikan akurasi sejarah dan konteks budaya.
Keterlibatan pihak independen dianggap penting agar keputusan yang diambil tidak bersifat subjektif.
Dengan pendekatan ilmiah, hasil kajian diharapkan memiliki dasar yang kuat.
Dokumen awal telah diserahkan
Farhan menyampaikan bahwa sejumlah dokumen awal telah diberikan kepada para budayawan.
Dokumen tersebut memuat data awal terkait nama taman, latar belakang, serta riwayat perubahan yang pernah terjadi.
Tahap ini menjadi pintu masuk bagi para ahli untuk melakukan penelusuran lanjutan.
Proses pendalaman dilakukan secara bertahap agar setiap detail dapat dikaji secara cermat.
Peran Disarpus dalam penguatan data
Dalam kajian toponimi, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bandung memiliki peran strategis.
Disarpus menyimpan berbagai dokumen lama, arsip pemerintahan, serta catatan sejarah kota.
Dokumentasi tersebut digunakan untuk memperkuat kajian yang dilakukan budayawan dan akademisi.
Dengan dukungan arsip resmi, validitas hasil kajian menjadi lebih terjamin.
Toponimi sebagai pendekatan berbasis sejarah
Toponimi bukan sekadar mengganti nama. Pendekatan ini berangkat dari riset sejarah dan kebudayaan.
Setiap nama tempat ditelusuri asal-usulnya, termasuk makna linguistik dan konteks sosial pada masa lalu.
Pendekatan ini membantu pemerintah memahami nilai historis suatu kawasan.
Dengan demikian, perubahan nama tidak dilakukan sembarangan.
Menghindari polemik di masyarakat
Perubahan nama ruang publik sering memicu perdebatan jika tidak disertai penjelasan yang jelas.
Karena itu, Pemkot Bandung memilih pendekatan kajian mendalam agar kebijakan yang diambil dapat diterima masyarakat.
Farhan menilai bahwa transparansi menjadi kunci utama dalam proses ini.
Dengan dasar kajian yang kuat, potensi polemik dapat diminimalkan.
Menjaga kesinambungan sejarah kota
Bandung dikenal sebagai kota dengan sejarah panjang. Banyak ruang publik menjadi saksi perkembangan kota dari masa ke masa.
Melalui kajian penamaan taman, pemerintah ingin menjaga kesinambungan sejarah tersebut.
Nama taman diharapkan mampu menjadi media edukasi bagi warga dan pengunjung.
Ruang publik tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang belajar sejarah kota.
Manfaat bagi generasi muda
Kajian ini juga memiliki manfaat edukatif bagi generasi muda.
Dengan nama taman yang memiliki makna jelas, anak muda dapat lebih mengenal sejarah lokal.
Pendekatan ini dinilai penting di tengah arus globalisasi yang kerap membuat identitas lokal terpinggirkan.
Melalui ruang publik, nilai sejarah bisa diperkenalkan secara lebih dekat dan kontekstual.
Tahapan menuju penetapan akhir
Setelah proses kajian selesai, pemerintah akan melakukan evaluasi akhir.
Hasil kajian akan disusun dalam bentuk rekomendasi resmi.
Rekomendasi tersebut kemudian menjadi dasar penetapan kebijakan penamaan taman kota.
Seluruh proses dilakukan secara bertahap agar tidak tergesa-gesa.
Komitmen pemerintah kota
Farhan menegaskan bahwa kajian ini merupakan bagian dari upaya membangun kota berbasis budaya.
Pemerintah ingin memastikan bahwa pembangunan fisik sejalan dengan pelestarian nilai sejarah.
Langkah ini menjadi wujud komitmen menjaga jati diri Kota Bandung.
Pembangunan kota tidak hanya dilihat dari infrastruktur, tetapi juga dari narasi sejarah yang melekat di dalamnya.
Harapan ke depan
Melalui kajian toponimi, Pemkot Bandung berharap dapat menghadirkan ruang publik yang lebih bermakna.
Taman tidak hanya berfungsi sebagai tempat bersantai, tetapi juga sebagai simbol identitas kota.
Masyarakat diharapkan dapat lebih memahami latar belakang nama-nama ruang publik di sekitarnya.
Dengan begitu, rasa memiliki terhadap kota dapat semakin kuat.
Kesimpulan
Kajian perubahan dan penataan nama taman di Bandung menjadi langkah penting dalam menjaga nilai sejarah dan budaya kota. Melalui pendekatan toponimi, pemerintah melibatkan budayawan, akademisi, serta dukungan arsip resmi.
Farhan memastikan proses ini berjalan secara hati-hati dan berbasis data. Dengan kajian yang matang, penamaan taman diharapkan mencerminkan identitas Bandung yang sesungguhnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak hanya soal fisik, tetapi juga tentang merawat ingatan dan jati diri warganya.

Cek Juga Artikel Dari Platform bengkelpintar.org
