Pemkab Sumedang Targetkan PAD Tembus Rp1 Triliun
Pemkab Sumedang Pasang Target Ambisius PAD
Pemerintah Kabupaten Sumedang menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp1 triliun pada tahun anggaran mendatang. Target tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal di tengah dinamika kebijakan keuangan nasional yang semakin menantang.
Target PAD Rp1 triliun dinilai sebagai lompatan signifikan jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp700 miliar. Pemerintah daerah menilai peningkatan ini realistis sepanjang seluruh perangkat daerah mampu bekerja secara optimal dan terkoordinasi.
Pemangkasan Dana Transfer Jadi Tantangan Utama
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menegaskan bahwa peningkatan PAD menjadi kebutuhan mendesak seiring dengan pemangkasan dana transfer ke daerah dari pemerintah pusat. Pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) tersebut mencapai ratusan miliar rupiah dan berpotensi memengaruhi ruang fiskal daerah.
Menurutnya, kondisi ini menuntut perubahan pola pikir dalam pengelolaan keuangan daerah. Ketergantungan pada dana pusat harus dikurangi secara bertahap dengan memperkuat sumber-sumber pendapatan asli daerah.
Ia menekankan bahwa pajak daerah, retribusi, dan potensi pendapatan lainnya harus dioptimalkan agar Sumedang mampu berdiri lebih mandiri dalam pembiayaan pembangunan.
PAD sebagai Pilar Kemandirian Daerah
Target PAD Rp1 triliun tidak hanya dipandang sebagai angka semata, melainkan simbol kemandirian daerah. Pemerintah Kabupaten Sumedang ingin menegaskan bahwa daerah memiliki kapasitas untuk membiayai pembangunan tanpa bergantung penuh pada bantuan pusat.
Kemandirian fiskal dinilai penting untuk menjaga kesinambungan program pembangunan, terutama dalam sektor pelayanan publik, infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan PAD yang kuat, daerah memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menyusun kebijakan sesuai kebutuhan lokal.
Bapenda Jadi Ujung Tombak Peningkatan PAD
Dalam upaya mencapai target tersebut, peran Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sumedang (Bapenda) menjadi sangat strategis. Kepala Bapenda Sumedang, Rohana, menyebut bahwa seluruh jajaran Bapenda merupakan ujung tombak dalam merealisasikan pendapatan daerah.
Ia menjelaskan bahwa Bapenda selalu bekerja dengan visi dan misi yang terukur untuk memastikan capaian PAD, khususnya dari sektor pajak daerah. Pendekatan berbasis data dan evaluasi rutin dilakukan agar setiap potensi pendapatan dapat tergarap secara optimal.
Menurutnya, capaian pendapatan daerah hingga menjelang akhir tahun menunjukkan tren positif dan mendekati target yang telah ditetapkan.
Capaian Pajak Daerah Tunjukkan Tren Positif
Bapenda Sumedang mencatat bahwa dari sembilan jenis pajak daerah yang dikelola, lima di antaranya telah melampaui target. Pajak tersebut meliputi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), Pajak Sarang Burung Walet, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (Minerba), serta Pajak Reklame.
Capaian ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran wajib pajak serta efektivitas pengelolaan pajak daerah. Dibandingkan tahun sebelumnya, realisasi pajak daerah mengalami peningkatan secara persentase, yang menjadi modal penting untuk mencapai target PAD tahun berikutnya.
Pemerintah daerah menilai tren positif ini harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui inovasi layanan dan pengawasan yang lebih efektif.
Optimalisasi Retribusi dan Potensi Baru
Selain pajak daerah, Pemkab Sumedang juga memandang retribusi daerah sebagai sumber pendapatan yang perlu dioptimalkan. Retribusi dari layanan publik, pemanfaatan aset daerah, serta sektor jasa dinilai masih memiliki ruang pengembangan.
Pemerintah daerah mendorong evaluasi terhadap tarif dan mekanisme pemungutan retribusi agar lebih adil, transparan, dan sesuai dengan kemampuan masyarakat. Digitalisasi sistem pembayaran juga menjadi salah satu fokus untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi potensi kebocoran pendapatan.
Di sisi lain, eksplorasi potensi pendapatan baru berbasis ekonomi lokal juga terus didorong, seiring dengan berkembangnya aktivitas ekonomi di wilayah Sumedang.
Sinergi Perangkat Daerah Jadi Kunci
Target PAD Rp1 triliun tidak dapat dicapai hanya oleh Bapenda. Pemerintah Kabupaten Sumedang menekankan pentingnya sinergi antar perangkat daerah dalam menggali dan mengamankan potensi pendapatan.
Setiap organisasi perangkat daerah diharapkan berkontribusi sesuai kewenangannya, baik melalui optimalisasi layanan, pemanfaatan aset, maupun pengawasan terhadap kegiatan ekonomi di wilayah masing-masing.
Kolaborasi ini dinilai penting agar peningkatan PAD tidak hanya bertumpu pada satu sektor, melainkan bersifat menyeluruh dan berkelanjutan.
Tantangan Kepatuhan dan Edukasi Wajib Pajak
Meski tren pendapatan menunjukkan peningkatan, pemerintah daerah mengakui masih adanya tantangan dalam hal kepatuhan wajib pajak. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terus digencarkan agar kesadaran membayar pajak semakin meningkat.
Pendekatan persuasif dipadukan dengan pengawasan dan penegakan aturan secara proporsional. Pemerintah daerah menilai bahwa kepatuhan yang tumbuh dari kesadaran akan memberikan hasil jangka panjang yang lebih berkelanjutan.
Menuju Sumedang yang Mandiri Secara Fiskal
Target PAD Rp1 triliun menjadi tonggak penting dalam perjalanan Sumedang menuju kemandirian fiskal. Pemerintah daerah berharap capaian ini dapat memperkuat fondasi pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dengan strategi optimalisasi pajak, retribusi, serta sinergi lintas sektor, Pemkab Sumedang optimistis mampu menghadapi tantangan pengurangan dana transfer pusat. Ke depan, kemandirian fiskal diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi terwujud nyata dalam kemampuan daerah membiayai pembangunan secara berkelanjutan.
Baca Juga : Libur Nataru, 1,19 Juta Kendaraan Lintasi Tol Cipali
Cek Juga Artikel Dari Platform : outfit

