Pemkot Bandung Prioritaskan Stabilitas Harga Pangan
Pemkot Bandung Prioritaskan Stabilitas Harga Pangan
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Kota Bandung menempatkan stabilisasi harga pangan sebagai salah satu prioritas utama. Momentum akhir tahun kerap diiringi peningkatan permintaan kebutuhan pokok, yang berpotensi memicu lonjakan harga di pasaran. Menyadari hal tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menekankan pentingnya langkah antisipatif agar gejolak harga tidak membebani masyarakat.
Stabilitas harga pangan dinilai bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut rasa aman dan kepastian bagi warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga yang wajar, terutama pada periode konsumsi tinggi seperti akhir tahun.
Arahan Wali Kota Jelang Akhir Tahun
Arahan terkait stabilisasi harga pangan disampaikan Wali Kota Bandung kepada jajaran aparatur sipil negara melalui apel pagi. Dalam arahannya, Farhan menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah terkait harus bergerak secara terkoordinasi dan responsif. Ia menilai, kenaikan harga pangan yang tidak terkendali dapat berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk hadir secara nyata dalam kehidupan sehari-hari warga. Kehadiran tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengendalian harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau. Farhan menekankan bahwa stabilitas harga merupakan indikator penting dari kinerja pemerintah daerah di mata masyarakat.
Komoditas Strategis Jadi Perhatian
Dalam upaya stabilisasi harga, Pemkot Bandung memberi perhatian khusus pada komoditas strategis yang kerap mengalami fluktuasi. Cabai menjadi salah satu contoh komoditas yang sering memicu inflasi karena pergerakan harganya yang cepat dan sensitif terhadap pasokan serta cuaca.
Selain cabai, bahan pangan pokok lainnya juga masuk dalam pemantauan intensif pemerintah daerah. Kenaikan harga yang terjadi secara tiba-tiba dinilai dapat menurunkan daya beli masyarakat dan memicu keresahan. Oleh karena itu, pemantauan harga dilakukan secara berkala untuk mendeteksi potensi lonjakan sejak dini.
Peran Dinas Terkait dalam Pengendalian Harga
Wali Kota Bandung meminta Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan di pasar tradisional maupun pasar modern. Ketersediaan pasokan dinilai sebagai faktor kunci dalam menjaga stabilitas harga.
Koordinasi lintas dinas menjadi penting agar kebijakan yang diambil tidak berjalan sendiri-sendiri. Dinas Perdagangan berperan dalam pengawasan distribusi dan harga, sementara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian memastikan produksi dan pasokan tetap terjaga. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengendalian harga yang lebih efektif.
Penguatan Operasi Pasar
Salah satu langkah konkret yang ditekankan adalah penguatan operasi pasar. Operasi pasar dipandang sebagai instrumen penting untuk menekan lonjakan harga dan mencegah praktik spekulasi yang merugikan konsumen. Dengan operasi pasar, pemerintah dapat menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau di tengah kenaikan permintaan.
Pemkot Bandung mendorong agar operasi pasar dilakukan secara tepat sasaran, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan pangan yang lebih tinggi. Langkah ini diharapkan mampu menyeimbangkan harga di pasaran sekaligus memberikan alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga wajar.
Stabilitas Harga sebagai Perlindungan Sosial
Pengendalian harga pangan juga dipandang sebagai bagian dari perlindungan sosial. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kenaikan harga bahan pokok dapat berdampak signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga. Oleh karena itu, menjaga harga tetap stabil menjadi bentuk keberpihakan pemerintah kepada kelompok rentan.
Farhan menegaskan bahwa kebijakan stabilisasi harga tidak boleh dipandang semata-mata sebagai intervensi pasar, melainkan sebagai upaya menjaga keseimbangan sosial. Dengan harga yang terkendali, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasar tanpa harus mengorbankan kebutuhan penting lainnya.
Menjaga Daya Beli Masyarakat
Daya beli masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Lonjakan harga pangan berpotensi menekan konsumsi rumah tangga, yang pada akhirnya dapat berdampak pada perlambatan ekonomi lokal. Oleh karena itu, Pemkot Bandung berupaya menjaga agar daya beli masyarakat tetap terjaga menjelang akhir tahun.
Dengan pasokan yang cukup dan harga yang relatif stabil, masyarakat diharapkan tetap dapat berbelanja secara normal tanpa rasa khawatir. Kondisi ini juga penting untuk menjaga iklim usaha, terutama bagi pelaku usaha kecil dan pedagang di pasar tradisional.
Antisipasi Spekulasi dan Gangguan Distribusi
Selain faktor pasokan, pemerintah daerah juga mewaspadai potensi spekulasi yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak wajar. Praktik penimbunan atau permainan distribusi dinilai dapat memperburuk situasi, terutama saat permintaan meningkat. Oleh karena itu, pengawasan distribusi pangan diperkuat untuk memastikan kelancaran alur barang dari produsen ke konsumen.
Pemkot Bandung menegaskan bahwa pengawasan ini dilakukan untuk menciptakan keadilan pasar. Pedagang dan pelaku usaha diharapkan tetap menjalankan aktivitasnya secara wajar tanpa memanfaatkan momentum akhir tahun untuk mengambil keuntungan berlebihan.
Menjaga Situasi Ekonomi Tetap Kondusif
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Pemkot Bandung berharap situasi ekonomi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru tetap kondusif. Stabilitas harga pangan dinilai berkontribusi besar terhadap stabilitas sosial dan ketenangan masyarakat dalam menyambut akhir tahun.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan harga dan pasokan pangan secara intensif. Melalui koordinasi lintas dinas, operasi pasar, dan pengawasan distribusi, Pemkot Bandung berupaya memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan warga sekaligus memastikan roda ekonomi kota tetap berjalan dengan baik hingga akhir tahun dan seterusnya.
Baca Juga : Pemkab Bandung Evaluasi 150 Perumahan Usai SE Gubernur
Jangan Lewatkan Info Penting Dari : beritajalan

