700 Personel Amankan Malam Tahun Baru di Bandung
Pemkot Bandung Perketat Pengamanan Malam Tahun Baru
Pemerintah Kota Bandung memperketat pengamanan di sejumlah titik strategis saat malam pergantian tahun. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban masyarakat di tengah tingginya aktivitas publik selama puncak libur akhir tahun.
Ratusan personel gabungan disiagakan di berbagai lokasi yang diperkirakan menjadi pusat keramaian. Pengamanan dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat keamanan, guna menjaga situasi Kota Bandung tetap kondusif.
Malam Tahun Baru Dinilai Sebagai Puncak Aktivitas Publik
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa malam Tahun Baru merupakan momentum dengan intensitas aktivitas masyarakat tertinggi sepanjang libur akhir tahun. Antusiasme warga dan wisatawan yang turun ke ruang publik menuntut kesiapan pengamanan yang maksimal.
Menurutnya, Kota Bandung sebagai salah satu destinasi wisata utama harus mampu memberikan rasa aman tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung. Pengamanan yang dilakukan diharapkan mampu menciptakan suasana perayaan yang tertib dan berkesan positif.
Pendekatan Humanis Namun Tetap Tegas
Dalam arahannya kepada seluruh personel yang bertugas, Wali Kota Bandung menekankan tiga prinsip utama. Pertama, penegakan aturan harus dilakukan secara humanis, namun tetap tegas terhadap setiap pelanggaran yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Kedua, keselamatan masyarakat dan wisatawan harus menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan pengamanan. Ketiga, seluruh personel diminta melakukan pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara penegakan aturan dan kenyamanan masyarakat yang merayakan pergantian tahun.
Wali Kota Turun Langsung ke Lapangan
Untuk memastikan pengamanan berjalan sesuai rencana, Wali Kota Bandung memastikan akan turun langsung ke lapangan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran pimpinan daerah di lapangan dinilai penting untuk memantau langsung situasi dan mengambil keputusan cepat jika diperlukan.
Langkah ini juga dimaksudkan sebagai bentuk komitmen Pemkot Bandung dalam menjaga keamanan kota, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa perayaan Tahun Baru berada dalam pengawasan penuh pemerintah.
700 Personel Gabungan Dikerahkan
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, menjelaskan bahwa pengamanan malam Tahun Baru melibatkan sekitar 700 personel gabungan. Personel tersebut terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, aparat kewilayahan, serta dukungan dari TNI, Polri, dan sejumlah organisasi kemasyarakatan.
Menurutnya, pengamanan ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen kota. Fokus utama pengamanan adalah menjaga keamanan dan kenyamanan, serta melakukan tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran aturan di ruang publik.
Sistem Pos dan Patroli Diterapkan
Pengamanan dilakukan dengan sistem pembagian waktu dan penempatan personel di titik-titik strategis. Satpol PP menyiapkan sedikitnya 14 pos pengaturan dengan dua personel di setiap pos. Selain itu, patroli malam dilakukan secara menyeluruh di seluruh kecamatan dan kelurahan.
Sekitar 573 personel Satpol PP disebar untuk mengawal berbagai wilayah Kota Bandung, baik di pusat kota maupun wilayah barat dan timur. Pola ini dirancang agar respons terhadap potensi gangguan keamanan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.
Masjid Al Jabbar Jadi Salah Satu Fokus Pengamanan
Sejumlah lokasi menjadi perhatian utama dalam pengamanan malam Tahun Baru, salah satunya kawasan Masjid Al Jabbar. Kawasan ini diperkirakan dipadati masyarakat yang ingin berkunjung dan menikmati suasana malam pergantian tahun.
Selain Masjid Al Jabbar, titik lain yang menjadi fokus pengamanan meliputi kawasan Summarecon, Alun-alun Ujungberung, Dago Cikapayang, Gasibu, perbatasan kota, serta ruas-ruas jalan utama yang kerap menjadi pusat keramaian.
Penempatan personel di lokasi-lokasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung sekaligus mencegah terjadinya kemacetan dan gangguan ketertiban.
Pasukan Pendukung Jaga Kebersihan Kota
Selain aspek keamanan, Pemkot Bandung juga menyiagakan pasukan pendukung untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan kota. Pasukan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dikerahkan untuk berkeliling di puluhan ruas jalan utama.
Pasukan Gober disiagakan di seluruh wilayah Kota Bandung agar kebersihan kota dapat segera dipulihkan setelah perayaan selesai. Targetnya, Kota Bandung sudah kembali bersih dan tertata pada pagi hari setelah malam Tahun Baru.
Kolaborasi Jaga Kenyamanan Warga dan Wisatawan
Pemkot Bandung menilai kolaborasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan pengamanan malam Tahun Baru. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan suasana perayaan yang aman dan tertib.
Pengamanan tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pada pelayanan publik yang ramah dan responsif. Dengan pendekatan ini, Bandung diharapkan tetap menjadi kota yang terbuka, inklusif, dan nyaman bagi semua.
Bandung Ingin Tampilkan Wajah Kota yang Aman
Melalui pengamanan yang terencana dan terkoordinasi, Pemkot Bandung ingin menampilkan wajah kota yang aman dan siap menyambut wisatawan. Malam Tahun Baru dijadikan momentum untuk menunjukkan bahwa Bandung mampu mengelola keramaian besar tanpa mengorbankan ketertiban dan kenyamanan.
Dengan keterlibatan 700 personel gabungan serta dukungan berbagai elemen kota, Pemkot Bandung optimistis perayaan malam Tahun Baru dapat berlangsung aman, tertib, dan meninggalkan kesan positif bagi warga maupun pengunjung.
Baca Juga : Pemkab Sumedang Targetkan PAD Tembus Rp1 Triliun
Cek Juga Artikel Dari Platform : faktagosip

