Jelang Persib vs Persija, Farhan Ajak Bobotoh Jaga Kondusivitas
Menjelang laga sarat gengsi antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta, suasana Kota Bandung mulai dipenuhi antusiasme tinggi. Duel klasik ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan selalu menjadi magnet besar bagi pecinta sepak bola nasional, khususnya para Bobotoh.
Di tengah euforia tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak seluruh bobotoh untuk tetap menjaga ketertiban dan menyalurkan dukungan secara positif. Ia menegaskan bahwa pertandingan Persib kontra Persija bukan hanya soal rivalitas, tetapi juga soal kedewasaan suporter dalam menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.
Big Match Sarat Gengsi dan Penentuan Posisi Klasemen
Persib vs Persija selalu menyedot perhatian publik karena statusnya sebagai laga klasik sepak bola Indonesia. Rivalitas panjang kedua tim menjadikan setiap pertemuan terasa spesial, baik bagi pemain maupun suporter. Farhan menyebut duel kali ini semakin krusial karena kedua tim masih berada dalam persaingan papan atas dan berpeluang menjadi kandidat juara paruh musim kompetisi.
Antusiasme bobotoh tercermin dari tiket pertandingan yang telah ludes terjual sejak beberapa pekan sebelum laga digelar. Kondisi ini menunjukkan besarnya minat masyarakat untuk menyaksikan langsung pertandingan di stadion, sekaligus menjadi tantangan tersendiri dalam hal pengelolaan massa.
Tiket Habis, Nobar Jadi Solusi
Menyikapi tiket yang sudah habis, Farhan meminta bobotoh yang tidak kebagian tiket untuk tidak memaksakan diri datang ke area Stadion GBLA. Ia menilai, memadati kawasan stadion tanpa tiket berpotensi menimbulkan penumpukan massa dan mengganggu kelancaran lalu lintas serta keamanan.
Sebagai solusi, Farhan menginstruksikan seluruh camat di Kota Bandung untuk memfasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar) di masing-masing wilayah kecamatan. Dengan demikian, bobotoh tetap bisa merasakan atmosfer pertandingan tanpa harus datang ke stadion.
Menurutnya, nobar di wilayah bukan hanya solusi teknis, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan warga. Bobotoh dapat berkumpul, mendukung tim kebanggaan, sekaligus menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing.
Imbauan Tegas: Menang Kalah Jangan Pawai
Selain soal nobar, Farhan juga memberikan imbauan tegas terkait potensi euforia berlebihan. Ia meminta bobotoh untuk tidak melakukan konvoi atau pawai di jalanan, baik saat Persib meraih kemenangan maupun ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan.
Menurut Farhan, konvoi sering kali menimbulkan kemacetan, potensi gesekan, dan mengganggu aktivitas masyarakat lain. Oleh karena itu, ia mengajak bobotoh menunjukkan kedewasaan sebagai suporter yang mampu mengendalikan emosi dalam situasi apa pun.
Baginya, dukungan terbaik untuk Persib bukan hanya soal jumlah penonton di stadion atau euforia di jalanan, melainkan sikap bertanggung jawab yang menjaga ketertiban kota.
Bobotoh dan Citra Kota Bandung
Farhan menekankan bahwa bobotoh memiliki peran penting dalam membentuk citra Kota Bandung. Sebagai salah satu basis suporter terbesar di Indonesia, sikap bobotoh kerap menjadi sorotan nasional. Ketertiban dan kedewasaan suporter akan memberikan kesan positif, tidak hanya bagi klub, tetapi juga bagi kota secara keseluruhan.
Ia berharap bobotoh dapat menunjukkan bahwa dukungan fanatik bisa berjalan seiring dengan sikap sportif. Dengan demikian, rivalitas Persib dan Persija tetap menjadi tontonan menarik tanpa diwarnai insiden yang merugikan banyak pihak.
Dukungan Sportif, Keamanan Prioritas
Farhan juga menegaskan bahwa pemerintah kota bersama aparat keamanan telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan laga berjalan aman dan lancar. Namun, ia mengingatkan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan juga seluruh suporter.
Dengan memilih nobar di wilayah, tidak melakukan konvoi, dan menjaga ketertiban, bobotoh ikut berkontribusi menciptakan suasana pertandingan yang kondusif. Hal ini penting agar sepak bola benar-benar menjadi hiburan dan pemersatu, bukan sumber masalah sosial.
Optimisme Wali Kota untuk Persib
Menutup pernyataannya, Farhan menyampaikan optimisme terhadap performa Persib Bandung. Dengan nada penuh keyakinan, ia memprediksi Maung Bandung akan keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0 atas Persija Jakarta.
Prediksi tersebut mencerminkan harapan besar warga Bandung terhadap tim kebanggaannya. Namun, Farhan kembali menegaskan bahwa apa pun hasil pertandingan, sikap tertib dan dewasa tetap harus menjadi prioritas utama.
Sepak Bola sebagai Ruang Kebersamaan
Laga Persib vs Persija selalu menjadi momen penting, bukan hanya bagi klub dan pemain, tetapi juga bagi suporter dan masyarakat luas. Melalui imbauan ini, Farhan berharap sepak bola dapat menjadi ruang kebersamaan yang sehat, penuh semangat, dan jauh dari konflik.
Dengan menjaga kondusivitas, menyalurkan euforia melalui nobar di wilayah, serta mendukung tim secara sportif, bobotoh diharapkan mampu menunjukkan bahwa kecintaan pada Persib dapat berjalan selaras dengan tanggung jawab sosial.
Baca Juga : Inflasi Bandung Terkendali, Pariwisata dan Hotel Menguat
Cek Juga Artikel Dari Platform : olahraga

